PEMKAB BOGOR TERIMA SEJUMLAH PENGHARGAAN DARI PEMPROV JABAR
SRBN, Bandung- Sejumlah penghargaan diberikan Pemerintah
Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Hotel Hilton, Kota Bandung, Selasa
(19/11/19).
Penghargaan tersebut terdiri dari penghargaan atas opini
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2018, penghargaan Perangkat Daerah
Pemrakarsa Kerja sama Daerah, Tim Koordinasi Kerja sama Daerah Kabupaten dan
Kota Terbaik Tahun 2019, dan penghargaan Peringkat dan Status Kinerja
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2017.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Ridwan Kamil
menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Daftar Alokasi
Transfer ke Daerah dan Dana Desa APBN Tahun 2020.
Menurut Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan,
selain kedua tersebut poin tersebut, Kabupaten Bogor juga diserahkan
penghargaan atas daftar isian pelaksanaan anggaran, alokasi transfer, termasuk
dana desa oleh APBN tahun 2020.
“Lalu
juga ada penyerahan penghargaan perangkat daerah pemrakarsa kerjasama daerah.
Jadi TKKSD Kabupaten Bogor dengan tim dari kota terbaik di tingkat provinsi.
Dan terakhir penghargaan untuk status kinerja penyelenggaraan pemerintah
daerah,” katanya.
Dari
empat poin penghargaan tersebut, sambung Didi, memiliki indikator yang berbeda
– beda. Untuk opini WTP misalnya, itu merupakan hasil pemeriksaan dari Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dilakukan di Kabupaten Bogor. Dimana BPK menerima
laporan keuangan pemerintah daerah yang masuk dalam kategori opini WTP
tersebut.
Khusus
untuk WTP, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten
Bogor, Didi Kurnia menjelaskan, untuk mempertahankan hal itu tentunya perlu
terus ada perbaikan sistem. Terutama sistem yang integrasi, yang sudah
diberlakukan di Kabupaten Bogor. Yakni Sistem Perencanaan dan Penganggaran
serta Pelaporan atau yang dikenal Simral.
“Dari
mulai perencanaan pembangunan, penyusunan rencana kerja pemerintah daerah,
sampai penyusunan anggaran dan pelaporan, sekarang sudah terintegrasi.
Digitalisasi juga menjadi salah satu indikatornya,” tegasnya.
Soal
kendala pada Simral, memang tak bisa dipungkiri. Terutama sekarang ini dalam
masa transisi dari peralihan sistem yang tidak terintegrasi, menjadi sistem
yang terintegrasi. Tentunya ada beberapa akun yang perlu ada penambahan dan
pematangan.
Lalu,
ada pula indikator pemerintah daerah yang kerjasama daerahnya tergolong baik
oleh pemprov. Sementara indikator untuk status yang berkaitan dengan penyelenggaraan
pemerintahan, hal itu dinilai dari mulai perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.
“Tentunya
penghargaan ini merupakan salah satu penambah semangat untuk meningkatkan
kinerja. Agar Pemerintah Kabupaten Bogor lebih baik lagi. Empat penghargaan ini
lansung diberikan oleh gubernur,” terang Didi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan
“Hari ini ada empat acara, yang pertama pemberian DIPA mewakili pemerintah
pusat. Kedua, memberikan opini WTP, khususnya (kepada daerah yang mendapatkan
WTP) lima kali berturut-turut. Masih ada tiga daerah yang belum (meraih opini
WTP), itu yang sedang kita motivasi,” kata Emil –sapaan Ridwan Kamil.
“Kemudian pemberian hadiah bagi daerah yang proaktif,
seperti Pak Gubernur-nya kemana-mana buat menjalin kerja sama. Dan yang
terakhir, yang rapornya paling baik di kacamata Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.
Pemda Kabupaten/Kota yang menerima opini WTP Tahun 2018,
yakni Kab. Bandung, Kab. Bogor, Kab. Cirebon, Kab. Garut, Kab. Indramayu, Kab.
Karawang, Kab. Pangandaran, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kota Bandung, Kota
Bekasi, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, dan Kota Bogor.
Penerima Penghargaan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah
Kabupaten Terbaik Tahun 2019:
Peringkat 1 : Kab. Bogor, Peringkat 2 : Kab. Sukabumi, Peringkat
3 : Kab. Karawang. (*).
No comments